Potensi Jabon Di Kalimantan Barat

Bibit Kayu Jabon Siap Tanam
Kalimantan Barat (Kalbar) merupakanpropinsi dengan luas wilayah 146.807 km² (7,53% luas Indonesia) dan Sebagian besar lahan di Kalbar dipergunakan sebagai lahan untuk perkebunan sawit, sehingga hutan sebagai sumber produksi kayu telah semakin berkurang. Akibatnya kebutuhan akan bahan material dari kayu yang semakin meningkat tidak dapat terpenuhi. Untuk mengatasi solusi akan kekurangan bahan kayu maka pemerintah menggalakkan penanaman kayu Jabon terutama di Propinsi yang mempunyai wilayah luas dan belum banyak pembangunan seperti Kalbar. Kenapa Jabon?

Menanam jabon bagaikan menanam emas, sebab kebutuhan kayu akan terus meninggi, karena saat ini pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil tebangan hutan alam, akibatnya banyak industri tutup akibat kekurangan pasokan kayu, jadi pada masa mendatang, harga kayu jabon akan semakin meningkat terus. 

Kelebihan kayu jabon antara lain tidak mudah bobok dimakan serangga, mudah dikeringkan, permukaan kayu halus, mudah dipaku maupun dibor, dan jika kering susut kayu rendah. Kayu jabon dapat dijadikan bahan pembuatan meubel / furniture, bagian tengah polywood, batang korek api, alas sepatu, papan, bubur kertas, pensil, partikel board dan lain-lain. Daunnya jika diekstrak dapat menjadi obat kumur, daun segar dapat menjadi pakan ternak.Jabon atau yang lebih dikenal masyarakat banjar dengan nama kelampayan merupakan jenis kayu daun lebar ringan dengan sifat kayu keras, berwana putih krem hingga kekuningan, kelas awet V dan kelas kuat III-IV. Tajuk atau citra pohon jabon seperti payung besar. Pohon ini pada usia 5 sampai 6 tahun mempunyai lingkar batang sebesar 40 – 50 cm dengan bebas cabang mencapai 60 % daritinggi pohon. Sehingga tanaman jabon dapat dipanen saat usia tersebut.

Namun idealnya tanaman kayu jabon mempunyai puncak masa panen pada usia 10 sampa 15 tahun. Syarat tumbuh pohon jabon berada pada ketinggian 0 – 1000 diatas permukaan laut. Kayu initermasuk jenis intoleran yakni tumbuhan yang memerlukan cahaya maksimal, suhu maksimum 32-43ยบ C.

Bibit jabon dapat diperoleh dari anakan jabon yang tumbuh di bawah pohon induk jabon, dengan cara mengambil tanah beserta akarnya kemudian dipindahkan ke dalam polybag atau kantongan plastic sebelum ditanam ke lahan. Bibit jabon bisa juga diperoleh langsung dengan membelinya pada para pembuat bibit pohon kehutanan.

Di Kalbar bibit Jabon diperoleh di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak dan PT. Rimba Borneo Hijau. Jarak tanam pohon jabon pada umumnya menggunakan ukuran 2 x 2,5 m dan pada umur 2 tahun perlu ada jarak tanam menjadi 4 x 5 m. 

Cara menanam bibit pohon jabon adalah dengan menggali lobang sedalam 50 cm, panjang dan lebarnya 40 x 40 cm. Kemudian masukkan pupuk kompos dan NPK 2,5 grm kedalam lobang sebagai pupuk dasar dan diendapkan dalam lobang setinggi 30 cm. Hingga 3 – 7 hari kemudian baru bibit jabon ditanam dalam lobang tanam denganditimbun tanah sedalam 20 cm. Sisakan lobang tanam 10 cm sebagai lobang air. 

Pemeliharaan tanaman jabon dapat dilakukan dengan cara melakukan penyemprotan pestisida pada daun untuk mencegah serangan ulat. Hal ini dilakukan secara aktif per 1 atau 2 minggu sekali dalam 3 – 5 bulan dimana daun jabon masih sangat sedikit. Ketika tanaman jabon sudah mempunyai banyak daun maka penyemprotan tak perlu lagi dilakukan. Kemudian pemupukan pohon jabon dapat dilakukan minimal hingga ia berusia 3 tahun sebab di atas usia tersebut akar jabon sudah dapat mencari makanan ke bagian tanah yang lebih luas dan dalam. Untuk mencapai hasil maksimal pemupukan dapat dilakukan hingga usia 5-6 tahun. 

Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk kompos atau pupuk kandang dengan komposisi minimal seberat 30 gram per tanaman kayu. Demikian cara menanam kayu jabon untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan keperluan kayu. Jika kayu jabon ditanam seluas 1 ha dengan jaraktanam 4 x 5 m maka akan diperolah kayu 500 pohon. Hal ini sangat mencukupi jika ditanam oleh masyarakat secara bersama-sama mengingat
kayu sudah mulai berkurang populasinya saat ini. Sehingga 5 atau 6 tahun ke depan kebutuhan akan kayu
dapat dipenuhi sebagian dari hasil penanaman kayu jabon. Di Kalbar Perkebunan Jabon dapat di temui di Rasau Jaya, Kubu Raya.
Posting Komentar
close