Ciri-ciri Profesi


Diatas telah dikemukakan bahwa profesi itu suatu pekerjaan. Pertanyaan yang segera muncul, apakah setiap jenis pekerjaan dapat disebut profesi ? Bagaimana pendapat anda? Anda akan menjawab “ Ya “ atau “Tidak”. Saya setuju jika anda menjawab “tidak” karena pekerjaan yang disebut profesi itu memiliki CIRI-CIRI tertentu. Menurut Rachman Nata Widjaya dalam Djam’an Satori (2003:1.4) Pekerjaan yang disebut profesi memiliki ciri-ciri sbb:
a. Ada standar untuk kerja yang baku dan jelas.
b. Ada lembaga pendidikan khusus yang menghasilkan pel;akunya dengan program dan jenjang pendidikan yang baku serta bertanggung jawab tentang pengembangan ilmu pengetahuan yang melandasi profesi itu.
c. Ada organisasi profesi yang mewadahi para pelakunya untuk mempertahankan dan memperjuang-kan eksistensi dan kesejahteraannya.
d. Ada etika dan kode etik yang mengatur perilaku etik para pelakunya dalam memperlakukan kliennya.
e. Ada sistem imbalan terhadap jasa layanannya yang adil dan baku.
f. Ada pengakuan dari masyarakat (profesional, penguasa dan anam) terhadap pekerjaan itu sebagai suatu profesi.

Sanusi dalam Djam’an Satori (2003 : 1.6) mengemukakan ciri-ciri profesi secara lebih rinci sebagai berikut :
1. Suatu jabatan yang mempunyai fungsi dan signifikansi sosial.
2. Jabatan yang menuntut ketrampilan / keahlian tertentu.
3. Ketrampilan / keahlian yang dituntut jaabatan itu didapat melalui pemecahan dengan mengguna-kan teori dan metode ilmiah.
4. Jabatan itu bersandarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas,sistematis dan eksplisit,yang bukan sekedar pendapat khalayak umum.
5. Jabatan itu memerlukan pendidikan perguruan tinggi dengan waktu yang cukup lama.
6. Proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional itu sendiri.
7. Dalam memberikan layanan pada masyarakat anggota profesi itu berpegang teguh pada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi.
8. Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dalam memberikan jadgment terhadap permasalahan profesi yang dihadapi.
9. Dalam prakteknya melayani masyarakat,anggota profesi otonom dan bebas dari campur tangan orang luar.
10. Jabatan itu mempunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat dan oleh karenanya memperoleh imbalan yang tinggi pula.

Ciri-ciri profesi menurut D.Westby Gibson dalam Djam an Satori dkk (2003;1.7):
1. Pengakuan oleh masyarakat terhadap layanan tertentu yang hanya dapat dilakukan oleh kelompok pekerja yang dikategorikan sebagai suatu profesi.
2. Dimilikinya sekumpulan bidang ilmu yang menjadi landasan sejumlah tehnik dan prosedur yang unik.
3. Diperlukannya persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mampu melaksanakan suatu pekerjaan profesional.
4. Dimiklinya mekanisme untuk menjaring, sehingga hanya untuk mereka yang dianggap kompeten yang diperbolehkan bekerja untuk lapangan pekerjaan tertentu.
5. Dimilikimya organisasi profesional, yang disamping melindungi kepentingan anggotanya dari saingan kelompok luar, juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, termasuk tindak etis profesional pada anggotanya.

Sutan Zanti Arbi dan Syahmiar Syahrun(1991/1992:133)juga mengemukakan beberapa ciri pokok jabatan profesional sebagai berikut :
1. Pekerjaan itu dipersiapkan melalui proses pendidikan dan latihan secara formal.
2. Pekerjaan itu mendapat pengakuan dari masyarakat.
3. Adanya pengawasan dari suatu organisasi profesi seperti IDI< PGRI< dan PERSAHI.
4. Mempunyai kode etik sebagai landasan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab proses tersebut.
Posting Komentar
close