Bukan SENPI Biasa 2

4. P90
P90 adalah senjata pertahanan pribadi (Personal Defense Weapon) yang dirancang oleh pembuat senjata api FN Belgia Herstal pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Nama senjata itu adalah singkatan dari Proyek 90, yang menetapkan sistem senjata tahun 1990-an. P90 awalnya dirancang sebagai senjata api kompak namun kuat bagi pengemudi kendaraan, operator-melayani kru senjata, dukungan personel, pasukan khusus dan unit anti-teroris. Meskipun desain awal dari senjata ini adalah untuk pertahanan diri, namun banyak dari pasukan elit di berbagai negara yang menggunakannya seperti Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dari Indonesia

Awal terciptanya senjata ini merupakan respon FN atas permintaan negara-negara NATO untuk penggantian senjata sebelumnya yang menggunakan peluru 9 x 19 mm Parabellum dan tidak mampu menembus rompi anti peluru. P90 bullpup fitur desain yang kompak, ambidextrous pegangan dan polimer dan paduan berbasis konstruksi. Senjata berisi beberapa fitur inovatif yang dirancang untuk bisa menembus rompi anti peluru. P90 mempunyai desain bullpup dengan inovasi baru dari FN yaitu posisi magazen yang berada di bagian atas senjata dan penggunaan peluru 5,7 x 28 mm. Senjata ini dikembangkan sekitar antara tahun 1986 dan 1990. Pada akhir tahun 1999 varian dari senjata ini diperkenalkan dengan nama P90 TR (Triple Rail), varian ini dilengkapi dengan tiga rail untuk penempatan aksesoris. Pada tahun 2005 versi untuk olah raga menembak dari senjata ini diperkenalkan dengan nama PS90, dengan kemampuan semi otomatis dan laras yang lebih panjang dari P90. Senjata ini menggunakan sistem blowback, closed bolt, dengan bahan polimer pada sebagian besar bagiannya, kecuali pada sistem mekanisme, hal ini dilakukan agar senjata mempunyai bobot yang ringan dengan ongkos produksi yang lebih murah. Pada tahun 2003, 17.000 P90s yang digunakan oleh militer dan polisi di lebih dari 25 negara di seluruh dunia. Pada tahun 2009, yang P90 dan variannya yang digunakan dengan lebih dari 200 lembaga di Amerika Serikat. PS90 olahraga Model ini juga menjadi populer di kalangan sipil penembak.

5. M4 Carbine
M4 Carbine (Karabin M4), adalah versi pendek dan ringan (varian kompak) dari senapan serbu M16. Karabin M4 memiliki 80% bagian yang sama dengan M16A2. M4 memiki pilihan tembakan semi-otomatis dan burst tiga butir (sama dengan M16A2), sedangkan M4A1 memiliki pilihan semi-otomatis dan otomatis. M4A1 juga terkadang dilengkapi laras yang lebih berat, untuk menahan panas yang dihasilkan dari menembak otomatis untuk waktu yang lama. Senapan ini diproduksi oleh Colt Defense dan telah menjadi senapan pilihan bagi Angkatan Darat AS dan negara-negara lain di abad 21.

Karabin M4 menggunakan sistem operasi gas langsung. Forearm, buttstock dan grip terbuat dari bahan berkualitas tinggi. M4 menawarkan kekuatan tembak dan mobilitas yang ringan. Laras yang diperpendek memungkinkan pasukan untuk beroperasi dalam pertempuran jarak dekat (close quarters battle). M4 memiliki panjang keseluruhan 84 cm dan panjang laras 35,5 cm. Berat senapan ini dengan 30 putaran magazin adalah 3,1 kg (ringan). Senapan nyaman dibawa tentara, karena dimensinya yang kompak. M4 menggunakan 30 putaran magazin amunisi 5,56 mm, termasuk M855/SS109 NATO dan M193 AS. Setiap magazin 30 putaran beratnya sekitar 0,45 kg. Dilengkapi dengan target style rear mounted sight dengan lubang ganda. Pemandangan (sight) tersebut dapat disesuaikan untuk paparan angin dan elevasi. Konfigurasi optimal dari larasnya memungkinkan dipasangnya peluncur granat standar AS dan semua peluncur granat NATO. Senapan ini menggunakan rel Picatinny MIL-STD 1913 dan juga dapat dilengkapi dengan advanced combat optical gunsight (ACOG), reflex sight, EOTech holographic weapon sights laser sight, peredam suara, bipod dan night vision sight.

6. Bullpup

 
Bullpup adalah konfigurasi senjata api, dimana mekanisme dan magazennya terletak di belakang pelatuk. Konfigurasi seperti ini meningkatkan perbandingan panjang laras terhadap panjang total senapan, yang memungkinkan membuat senapan yang larasnya sama dengan laras senapan biasa, tapi total panjang senapan lebih pendek. Keuntungannya selain lebih pendek, juga relatif lebih ringan. Senjata ini mempunyai keistimewaan tersendiri . Yaitu, mempunyai teropong pembidik seperti sniper atau awp. juga dapat menembakkan peluru dengan cepat seperti brem. Penggunaan senapan serbu bull-pup di Indonesia masih terbatas, yaitu pada kepolisian dan pasukan khusus AD, umumnya hanya Steyr AUG. Bahkan produk senapan serbu standar ke depan disebut-sebut senapan serbu konvensional SS-2 dari PT Pindad, untuk menggantikan FNC dan M-16A1. Produksi senapan serbu jenis bull-pup seolah menjadi tren yang ramai-ramai dilakukan sejumlah industri senjata ringan di berbagai negara. Sejak dipopulerkan Inggris melalui Enfield L85A1/A2 (SA-80) pada tahun 1985, Prancis (FAMAS), Austria (Steyr AUG) tahun 1970, Finlandia dengan Valmet M82, Brazil dengan LAPA FA03, pada awal tahun 1990-an, produksi dan pengembangan senapan serbu jenis bull-pup pun banyak diikuti negara lain, bukan hanya di Eropa, di mana pabrik FN Belgia meluncurkan FN F2000, pun namun pula di Asia dan Afrika.

Di Asia, yang sudah dikenal adalah Singapura dengan CIS SAR-21, misalnya belakangan diikuti Korsel (Daewoo DAR-21), Israel (Tavor TAR-21), Cina (Type 86 dan QBZ-95/97), Iran dengan Khaybar KH2002, Australia dengan AICW, dll. Industri senjata Indonesia melalui PT Pindad pun tak mau ketinggalan, melalui projek SS-2000, walau sampai kini masih tak jelas perkembangannya. Posisi magasen Senapan serbu jenis bull-pup, merupakan tipe yang memiliki mekanis dan posisi magasen peluru yang berbeda dibandingkan senapan serbu konvensional. Letak mekanis dan magasen peluru jenis bull-pup berada di belakang pelatuk, sedangkan jenis konvensional seperti yang selama ini kita kenal, berada di depan pelatuk senjata. Senapan bullpup juga memengaruhi pasar senjata api sipil. Versi sipil dari bullpup militer cukup populer, dan sejumlah senapan bullpup khusus olah raga sudah ada yang dijual, seperti Bushmaster M17S dan Walther G22. Selain itu dijual juga perangkat modifikasi yang mengubah senapan konvensional populer seperti AK-47 dan Ruger 10/22 menjadi konfigurasi bullpup.

7. Dragunov
Dragunov SVU (Rusia : Snayperskaya Vintovka Ukorochennaya, Inggris : Sniper Rifle, Shortened, "Senapan Runduk (yang) Dipendekan") atau OTs-03 SVU adalah senapan semi-otomatis runduk (sniper) varian dari SVD yang menggunakan konfigurasi bullpup dalam bilik sniper 7.62x54mmR. Senjata ini dikembangkan oleh Uni Soviet (dikembangkan pada tahun 1994 oleh KBP untuk departemen dalam negeri Rusia) sebagai senjata andalan yang dirancang oleh Evgeniy Fedorovich Dragunov di Uni Soviet pada tahun 1958 sampai 1963. Sebelumnya senapan ini terpilih sebagai pemenang kontes yang mencakup tiga desain bersaing: yang pertama adalah senapan yang dirancang oleh Sergei Simonov (dikenal sebagai SSV-58), desain yang kedua, prototipe 2B-W10 ditunjuk oleh Alexander Konstantinov, dan yang ketiga senapan, SVD-137, sebuah desain yang diajukan oleh Evgeny Dragunov . Senapan runduk yang didesain oleh Dragunov ini lebih pendek dari SVD, hal ini disebabkan oleh laras yang lebih pendek 100 mm dari sebelumnya dan menggunakan konfigurasi bullpup. Laras yang lebih pendek dilengkapi dengan peredam kilat/ suara dan mampu mengurangi recoil sampai dengan 40 %. Senapan ini dilengkapi dengan bidikan besi dan bidikan optik PSO-1 dan juga dapat dipasang bayonet pada bagian bawah larasnya. Pengujian 3 jenis senapan ini di lakukan pada dalam berbagai kondisi lingkungan pada tahun 1963.

Senjata yang didesain Dragunov mampu menjadi yang terbaik dalam uji coba tersebut karena desiannya cocok digunakan digunakan dalam berbagai jenis medan pertempuran. Senjata ini kemudian di produksi sebanyak 200 senapan itu dan masih dalam tahap evaluasi. Hingga pada tahun 1964 senjata ini diberi seri produksi yang dilakukan oleh IZhMASh. Sejak saat itu, Dragunov telah menjadi standar senjata pasukan dukungan dari beberapa negara, termasuk mantan Pakta Warsawa. Kemudian senjata ini dikembangkan pada tahun 1991 dengan pilihan mode tembak semi dan full otomatis menggunakan magazen kapasitas 20 atau 30 butir peluru. Perbedaan dari SVD adalah ditingkatkannya stabilitas dengan penambahan bipod di bagian bawah laras senapan, alat bidik yang lebih baik digunakan mengganti tipe bidikan optik sebelumnya. Berbeda dengan rata-rata tembakan senapan runduk modern, rata-rata tembakan senapan yang mirip AK 47 ini adalah 30 peluru/menit dengan jangkauan tembak 400 m. Kebanyakan senapan runduk modern mampu menjangkau sampai 1000 m dengan rata-rata tembakan 5 peluru/menit.

Pada masa Uni Soviet, setiap regu diberikan satu SVD. Prajurit yang dipersenjatai SVD biasanya sudah mendapatkan pelatihan khusus untuk memakai senapan ini. Prajurit ini bergerak bersama-sama dengan regunya dan dimaksudkan untuk menambahkan jarak jangkauan mereka sampai 600 meter. Tanpa SVD, jarak efektif regu infanteri ini hanya sampai 300 meter, karena kecilnya jangkauan AK-47. Jadi dilihat dari perannya, secara teknis SVD bukan senapan penembak runduk, tetapi senapan penembak jitu. Dirancang untuk memperjauh jarak jangkauan regu, senapan ini tetap kuat dan tahan banting. Ini terlihat dari adanya tempat untuk pemasangan bayonet, serta bidikan besi cadangan apabila alat bidik teleskopnya rusak. Kehandalan senapan ini masih diakui, dan senapan ini masih dipakai di Angkatan Bersenjata Rusia dan satuan penegak hukum Rusia. Senjata ringan buatan Soviet secara umum terkenal sangat tahan lama, ini dibuktikan dengan banyaknya SVD yang secara luas dipakai dan memiliki "karir" yang panjang. Senapan ini dipakai pada banyak konflik diseluruh dunia, antara lain Perang Vietnam, Chechnya, Perang Teluk, sampai Perang Irak.
Sebelumnya
Sumber:
http://nanlimo.blogspot.com
http://id.wikipedia.org
http://kodarsolihat.wordpress.com/2007/07/24/senapan-bullpup-kebutuhan-atau-sekadar-mode/
http://www.artileri.org
http://sekolah007.blogspot.com
close