Dasar Pemikiran Perusahaan Berorientasi Pada Konsumen

Perkembangan ekonomi sangat ini berkembang pesat disebabkan banyaknya penemuan alat-alat berteknologi canggih serta penemuan-penemuan ilmu baru di bidang ekonomi. Teknologi mampu menciptakan produk lama dengan tampilan yang baru maupun produk baru yang dibutuhkan manusia. Perkembangan ekonomi yang pesat membawa dampak meningkatnya kesejahteraan masyarakat sehingga kebutuhan masyarakat (konsumen) juga akan meningkat baik berupa barang ataupun jasa. Menurut Lupiyoadi dan Hamdani (2006: 2) mengatakan bahwa,
Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat maka konsumsi akan barang-barang selain kebutuhan primer seperti sandang, pangan, papan, juga semakain meningkat. Begitu juga dengan kebutuhan akan mengonsumsi produk-produk jasa yang timbul dari kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan.(Lupioyadi dan Hamdani, 2006: 2).

Perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak pada perusahaan jasa (industri jasa) yang memberikan beraneka ragam pelayanan sehingga membuat konsumen memiliki banyak alternatif untuk memilih suatu jasa sesuai dengan kebutuhan, keinginan serta daya belinya. Hal ini senada dengan pendapat Kottler dan Keller dalam buku terjemahannya yang berjudul “Manajemen Pemasaran” yang mengatakan bahwa,



Kualitas departemen-departemen layanan pelanggan sangat berbeda-beda. Pada satu terdapat departemen yang hanya meneruskan telepon pelanggan ke orang atau departemen yang tepat untuk memperoleh tindakan, dengan sedikit tindak lanjut. Pada sisi lain terdapat departemen yang sangat gemar menerima permintaan, saran dan bahkan keluhan pelanggan dan menanganinya dengan cepat. (Kotller dan Keller, 2007:71).

Konsumen cenderung menyukai produk baru, instan, kreatif, berkualitas, murah, awet, serta canggih. Sehingga harapan dan persepsi konsumen menjadi suatu hal penting yang harus diperhitungkan oleh produsen. Kottler dan Keller (2007:51) mengatakan bahwa,
Pelanggan menjadi lebih canggih dan dalam membeli layanan pendukung produk dan melakukan penekanan untuk tidak melakukan “pemberkasan layanan.” Mereka menginginkan pemisahan harga untuk setiap unsur layanan dan hak untuk menyeleksi unsur-unsur yang mereka inginkan.” (Kotler dan Keller, 2006:51).

Oleh karena itu, sebagian besar perusahaan  dalam dunia bisnis lebih berorientasi pada konsumen dan menjadi pilhan terbaik karena keinginan konsumenlah yang menentukan kelangsungan hidup suatu perusahaan hingga perusahaan dituntut untuk selalu meningkatkan kualiatas jasa ataupun produknya. Sadono Sukirno (2004:66) menyatakan bahwa,
The consumer is king merupakan kata yang sering dinyatakan untuk menggambarkan keadaan paradigma tersebut. Ungkapan ini dimaksud untuk menekankan bahwa walaupun perusahaan yang menghasilkan dan menjual barang/ jasa, tetapi akhirnya konsumen yang akan menentukan jenis-jenis barang yang harus diproduksi dalam perekonomian” (Sadono Sukirno dkk, 2004: 66).

Konsumen dalam membeli atau mendapatkan suatu produk dilatarbelakangi oleh alasan-alasan tertentu sesuai kebutuhannya. Alasan-alasan konsumen tersebut merupakan indikator yang menentukan apakah suatu produk layak untuk dikonsumsi. Suharno dan Sutarso mengungkapkan bahwa, “Terdapat empat faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian. Faktor-faktor tersebut adalah faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologi.”(Suharno dan Sutarso, 2009:85). Keempat faktor tersebut mempengaruhi konsumen baik dalam saat pengenalan kebutuhan, pembelian, maupun perilaku pasca pembelian.
Bagi suatu perusahaan yang berorientasi konsumen, akan selalu mengamati persepsi konsumen dan perilaku konsumen terhadap pelayanan perusahaan. Bentuk persepsi konsumen terhadap kualitas jasa yang diberikan berupa tak berwujud (intangible), berwujud (tangible) seperti fasilitas perusahaan, ketanggapan (responsiveness), jaminan dan kepastian (assurance) sesuai promosi, serta empati atau perhatian (empathy, komunikasi perusahaan dengan konsumen, serta keandalan/ kemampuan perusahaan dan perhatian atas keinginan/kebutuhan seorang konsumen.

Salah satu perusahaan jasa yang dibutuhkan konsumen adalah perusahaan jasa printing. Kebutuhan konsumen akan jasa printing dilatarbelakangi oleh bermacam alasan seperti sebagai alat promosi, alat pemberitahuan  (undangan, spanduk/ baliho kegiatan),  hiasan ruangan (contoh: photo, backdrop panggung, dll.), perlengkapan kantor (contoh: jadwal, struktur organisasi, plang nama,dll.), dan lain sebagainya. Jasa printing dengan teknologi digital saat ini mampu memenuhi kebutuhan konsumen baik dari segi ukuran, jenis bahan, warna, gambar, harga dan kreatifitas dalam hal percetakan.  
Posting Komentar
close