Pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas

Menurut Sardiman (dalam Saminanto, 2010:97), “Aktivitas belajar adalah keaktifan yang bersifat fisik maupun mental”. Dalam kegiatan pembelajaran, kedua aktivitas tersebut harus saling menunjang agar diperoleh hasil yang maksimal. Dalam proses pembelajaran peserta didik harus diberikan kesempatan berbuat sendiri sebagai stimulus untuk membangkitkan pemikiran dan kompetensi siswa. Karena aktifitas  tersebut sangat bermanfaat bagi peserta didik dalam mencari pengalaman dan mengalami sendiri, sehingga pembelajaran dapat berlangsung menarik sehingga kegiatan belajar yang dilakukan dapat berhasil.
Menurut Wina Wijaya (http://www.fkip.unri.ac.id, diakses pada 1/2/2013), “Asumsi yang timbul bahwa pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas peserta didik adalah asumsi filosofis pendidikan; asumsi peserta didik sebagai subjek pendidikan; asumsi tentang guru; dan asumsi yang berkaitan dengan proses pengajaran”.
a.       Asumsi filosofis pendidikan.
Pendidikan merupakan usaha sadar dalam mengembangkan manusia menuju kedewasaan; baik kedewasaan intelektual, sosial maupun kedewasaan moral. Hakekat pendidikan bukan hanya mengembangkan kecerdasan intelektual saja, tetapi mencakup seluruh potensi peserta didik, sehingga memunculkan beberapa hakekat pendidikan diantaranya: interaksi manusia; pengembangan dan pembinaan potensi manusia; berlangsung sepanjang hayat; kesesuaian dengan kemampuan dan tingkat perkembagan peserta didik; keseimbangan antara kebebasan subjek (terdidik) dengan kewibawaan guru (pendidik); dan peningkatan kualitas hidup manusia (Saminanto, 2010:98)
b.      Asumsi peserta didik sebagai subjek pendidikan
1)      Peserta didik bukanlah manusia dalam ukuran yang stagnan, tapi manusia selalu berkembang;
2)       Setiap manusia mempunyai potensi yang berbeda;
3)      Pada dasarnya peserta didik adalah manusia yang kreatif, aktif dan dinamis dalam menghadapi lingkungan;
4)      Peserta didik mempunyai inovasi dalam memenuhi kebutuhannya.
Selain itu, peserta didik bukanlah objek yang harus dijejali dengan informasi, tetapi subjek yang memiliki potensi dalam proses pembelajaran sehingga seluruh potensi yang dimiliki peserta didik dapat berkembang secara optimal.

c.       Asumsi tentang guru.
1)      Guru bertanggung jawab atas tercapainya hasil belajar peserta didik;
2)      Guru harus memiliki kemampuan professional dalam mengajar;
3)      Guru memiliki kode etik keguruan;
4)      Guru memiliki peran sebagai sumber belajar dan organisator dalam proses belajar yang memungkinkan terciptanya suasana yang mendukung dalam pencapaian hasil belajar.
d.      Asumsi proses pengajaran.
1)      Bahwa proses pengajaran direncanakan dan dilaksanakan sesuai sistem;
2)      Proses belajar akan terjadi bila peserta didik berinteraksi dengan lingkungan yang diatur oleh guru;
3)      Proses belajar akan lebih aktif bila menggunakan metode dan teknik yang tepat dan berdaya guna;
4)      Pengajaran memberikan porsi yang seimbang antara proses dan produk;
5)      Inti proses pengajaran adalah adanya kegiatan belajar oleh peserta didik secara optimal.

Dari keempat asumsi tersebut, dapat kita simpulkan bahwa proses pembelajaran menekankan pada terjadinya sebuah pengalaman dalam mempelajari materi oleh siswa dan untuk mendapakan pengalaman tersebut maka guru dituntuk untuk dapat membuat siswa menjadi lebih aktiv dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Poskan Komentar