Hakikat Perkembangan Anak yang Bersifat Normatif dan Nonnormatif


Kecenderungan untuk membandingkan perilaku yang dianggap berkelainan dengan perilaku rata-rata anak lain dalam tahap usia yang sama dalam psikologi dikenal sebagai melakukan pendekatan perkembangan (development approach) untuk melihat “kelainan” yang dihadapi anak, atau lebih dikenal sebagai psikopatologi perkembangan (development psychopathology), merupakan kombinasi antara psikopatologi dengan kajian perkembangan. Di dalamnya meliputi telaah mengenai asal-usul, penyebab dan kesinambungan kelainan perilaku sepanjang rentang kehidupan individu tersebut.

a. Pengertian
Penggunaan pendekatan perkembangan untuk melihat kelainan (nonnormatif) yang diderita oleh anak sebenarnya berlandaskan empat tema dasar atau prinsip, yaitu:
1. Kelainan muncul atau rerjadi hanya pada individu yang mengalami perkembangan.
2. Kelainan perkembangan atau psikopatologi harus dipandang dalam kaitannya dengan perkembangan yang normal,tugas – tugas perkembangan utama dan perubahan – perubahan yang muncul sepanjang rentang kehidupan. 
3. Tanda – tanda awal dari perilaku berkelainan harus dipelajari secara serius .
4. Ada ragam patokan atau karakteristik perkembangan baik yang normal maupun berkelainan.



b. Apakah yang disebut kelainan atau abnormal ( non abnormal )

Ada beberapa pandangan yang muncul jika kita bicara mengenai apa yang disebut normal atau tidak normal,( bersifat nonnormatif ) beberapa diantaranya akan dibahas di bawah ini :

1. Model Medis ( medical model )
Para ahli yang menggunakan pendekatan ini mengasumsikan bahwa kelainan psikologis seperti juga penyakit fisik, hidup dan menetap di dalam diri anak dan merupakan hasil dari proses-proses fisiologis atau intrapsikis.

2. Penyimpangan dari rata – rata
Istilah “ abnormal “ secara harfiah berarti “ terpisah atau berbeda dari yang normal “,model ini mencoba melihat bahwa perilaku atau perasaan yangnberbeda dari rata – rata adalah sesuatu yang abnormal. Metode ini mendefinisikan kelainan atau abnormalitas dengan menggunakan model statistik sebagai rujukannya.mereka mencoba melihat berapa besar penyimpangan suatu perilaku dibandingkan dengan rata – rata kelompoknya.

3. Penyimpangan dari yang ideal ( abnormality as deviantion from the ideal )
Salah satu pilihan dari model statistik untuk menentukan abnormalitas adalah penyimpangan dari yang ideal. Pendekatan ini tidak melihat abnormalitas sebagai seberapa penyimpang dari rata – rata atau seberapa sehat seseorang,namun mencoba menentukan kepribadian ideal yang sehat dan menentukan bahwa penyimpangan dari hal – hal ideal yang telah ditentukan inilah yang disebut sebagai abnormal .masalah utama dari konsep alternatif ini adalah bagaimana merumuskan kepribadian ideal yang sehat.
Poskan Komentar