Pengertian Harga Dalam Kegiatan Ekonomi


Harga suatu barang atau jasa merupakan salah satu faktor utama sebagai
penentu permintaan pasar. Konsumen sangat tergantung pada harga sebagai
indikator kualitas sebuah barang atau jasa, Perusahaan harus mampu menganalisa
dan menetapkan tingkat harga yang wajar bagi konsumen karena harga digunakan
oleh perusahaan sebagai alat untuk mencapai sasaran pemasarannya.

Menurut Kotler dan Amstrong (2001), harga adalah sejumlah uang yang
dibebankan suatu produk atau jasa tersebut. Produk dengan mutu jelek, harga
yang mahal, penyerahan produk yang lambat dapat membuat pelanggan tidak puas
(Suprapto,2001). Hal itu menujukan bahwa harga merupakan salah satu penyebab
ketidakpuasan para pelanggan. 

Menurut Swastha dan Irawan (2005), harga dapat
diartikan sejumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang
dibutuhkan untuk mendapatkan jumlah kombinasi dari barang beserta pelayanan.

Sementara itu, Zeithaml (2000) berpendapat bahwa harga adalah apa yang kita
dapat dari sesuatu yang telah dikorbankan untuk memperoleh produk atau jasa.

Stanton (2001) menyatakan harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan
konsumen dengan manfaat dari memiliki dan menggunakan produk atau jasa yang
ditetapkan oleh pembeli atau penjual untuk suatu harga yang sama terhadap semua
pembeli.

Tjiptono (2007) mendefinisikan harga dari dua sudut pandang, yaitu dari
sudut pandang pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya
(termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak
kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa. Sementara itu, dari sudut
pandang konsumen, harga seringkali digunakan sebagai indikator nilai bilamana
harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau
jasa. Nilai dapat didefinisikan sebagai rasio antara manfaat yang dirasakan
terhadap harga.

Sedangkan menurut Ferdinand (2000) Harga adalah merupakan salah satu
variabel penting dalam pemasaran, dimana harga dapat mempengaruhi pelanggan
dalam mengambil keputusan untuk membeli suatu produk, karena berbagai alasan.
Alasan ekonomis akan menunjukkan bahwa harga yang rendah atau harga yang
selalu berkompetisi merupakan salah satu pemicu penting untuk meningkatkan
kinerja pemasaran, tetapi alasan psikologis dapat menunjukkan bahwa harga
justru merupakan indikator kualitas dan karena itu dirancang sebagai salah satu
instrumen penjualan sekaligus sebagai instrumen kompetisi yang menentukan.

Sumber:
Ferdinand, Augusty. 2006. Metode Penelitian Manajemen. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.                        Semarang.
Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran di Indonesia : Analisis, Perencanaan, Implementasi dan                        Pengendalian. Salemba Empat. Jakarta.
Parasuraman, A., V. A. Zeithaml, dan L.L. Berry, 1998, SERVQUAL: A Multiple-Item Scale for                            Measuring Consumer Perceptions of Service Quality, Journal of Retailing, Vol. 64, No. 1.
Stanton, William J. 2001. Prinsip Pemasaran. Erlangga. Jakarta.
Supranto, J. 2001. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan: Untuk Menaikkan Pangsa Pasar. Rineka                    Cipta. Jakarta.
Swastha, Basu dan Irawan. 2005, Manajemen Pemasaran Modern, Liberty, Yogyakarta.
Tjiptono, Fandy. 2007. Strategi Pemasaran. Edisi Pertama. Andi Ofset. Yogyakarta.

Posting Komentar
close