Aplikasi Koin Positif dan Koin Negatif Untuk Pembelajaran Operasi Bilangan Bulat


Konsep bilangan merupakan konsep dasar matematika yang harus dikuasai siswa sejak kelas 1 SD/MI, dari pengalaman mengajar di Kelas 7 pada MTs Negeri Boyolali selama tujuh tahun Hampir setiap kelas ada beberapa anak yang belum bisa mengoperasikan bilangan bulat pada operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian maupun pembagian pada awal-awal tahun pelajaran dimana materi ini seharusnya sudah dikuasai siswa pada tingkat dasar kelas 4 dan 5 SD/MI. 

Permasalahan klasik seorang guru adalah bagaimana guru bisa menyampaikan meteri yang bisa dipahami dipraktikkan langsung oleh siswa melalui latihan- latihan soal yang diberikan maupun pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dari pengamatan di beberapa sekolah tingkat dasar dan menengah kebanyakan guru masih menggunakan pembelajaran konvensional dan tidak menggunakan media pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa sehingga pembelajaran di kelas nilainya nol kurang bermakna, membosankan dan siswa lemah dalam konsep-konsep dasar matematika dan akibatnya prestasi belajar matematika rendah.

Berbekal dari hasil pelatihan BTL2 dan BTL 3  beberapa bulan yang lalu, saya memulai menggunakan media pembelajaran yang sederhana salah satunya  memanfaatkan uang recehan hasil tabungan untuk digunakan sebagai media pembelajaran di kelas. Materi awal kelas 7 MTs adalah bilangan bulat. Berkenaan dengan materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, saya menggunakan uang recehan sebagai koin positif dan koin negatif media sebagai pembelajaran untuk siswa.

Uang recehan itu saya kelompokkan menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama berwarna kuning dan keemasan sebagai koin positif dan kelompok ke dua berwarna putih sebagai koin negatif.

Aturan penggunaan koin sebagai berikut:· 
- Operasi + atau tambah artinya diberi lagi atau ditambahkan
- Operasi – atau kurang artinya diambil 
- Koin positif dan koin negatif yang berpasangan 
- Hasil operasi penjumlahan atau pengurangan sama dengan sisa koin yang tidak berpasangan.

Contoh aplikasi koin positif dan koin negatif pada pengoperasian penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat :

-2 + 4 = ...

Langkah-langkah :

1. Sediakan 2 koin negative
2.Tambahkan 4 koin positif kemudian pasangkan dengan koin negative
3. Hitung koin yang tak punya pasangan.

Karena yang tak berpasangan adalah 2 koin positif, maka : -2 + 4 = 2
-3-2 = ...

Langkah-langkah :
  1. Sediakan 3 Koin negatif
  2. Ambil 2 koin positif. (Ternyata tak bisa diambil sebab tidak ada koin positif)
  3. Bantu dengan cara menambahkan 2 pasang koin positif dan koin negatif dan letakkan di sampingnya
  4. Ambil 2 koin positif
  5. Hitung koin yang tak punya pasangan Karena yang tak berpasangan adalah 5 koin negatif, maka hasilnya adalah -- 5 (negatif lima)
Dalam pembelajaran di kelas digunakan model pembelajaran kooperatif dengan membagi siswa kedalam kelompok-kelompok heterogen sekitar 4-6 siswa dan setiap kelompok mengaplikasikan koin positif dan koin negatif untuk mempelajari operasi penjumlahan dan pengurangan bilanga bulat. Semula siswa masih kebingungan terutama operasi pengurangan bilangan bulat. Namun, setelah proses pembelajaran siswa menjadi paham dan bisa menjawab soal-soal penjumlahan dan penguranganyang saya berikan dengan benar. Suatu kegembiraan bagi setiap guru ketika mengajarkan sesuatu kepada siswa, siswa merespon dengan aktif dan memperoleh hasil belajar yang baik.

Rosyid Eko Priyono, S.Pd. M.Pd, Guru MTsN Boyolali, Jawa Tengah
Posting Komentar
close