Asyiknya Belajar Koordinat di Luar Kelas


Matematika adalah pelajaran yang menjadi “Momok” bagi siswa di SMP. Untuk merubah gambaran selama ini bahwa pembelajaran Matematika membosankan menjadi pelajaran yang mengasyikan yaitu mengubah kebiasaan belajar Matematika di dalam kelas menjadi belajar di luar kelas dengan menggunakan lapangan hijau. Selanjutnya suatu hal baru lagi bagi siswa adalah jika biasanya pertanyaan berupa soal dalam bentuk angka-angka, kali ini  ubah pertanyaan berupa narasi cerita pendek yang menarik. Tidak hanya materi soal dan lokasi pembelajaran saja yang berubah namun juga media pembelajaran Matematika juga mengalamai perubahan. 

Biasanya Matematika itu berupa kegiatan hitung menghitung berkutat tentang angka-angka dan berada di atas kertas.Maka media koordinat diperbesar dengan menggunakan tanah lapang hijau dengan dilengkapi garis-garis kordinat yang terbuat dari tali rafia. Harapan saya dengan garis kordinat yang terbentang di lapangan hijau, pembelajaran Matematika akan mengasyikan karena kegiatan pembelajaran akan mengaktifkan tidak saja mental namun juga fisik berupa gerakan-gerakan yang harus dilakukan siswa untuk mampu menjawab pertanyaan. Pertanyan yang pada mulanya membosankan, setelah dengan pola baru ternyata memberikan dampak yang luar biasa. Soal-soal pada lembar kerja siswa tidak lagi berupa angka namun berbentuk narasi yang dikaitkan dengan isu yang sedang berkembang saat itu . Misalnya, kalau saat ini sedang hangat tentang bola, maka redaksi narasi soal matematika pun berkaitan dengan bola. Misal, rumah pesepakbola nasional Irvan Backdim terletak pada kordinat (-3, 7) selanjutnya pada setiap hari Sabtu dan Minggu mengikuti pelatnas di Senayan dengan kordinat (6, -9) dan seterusnya. 

Kegiatan awal yang dilakukan adalah berusaha mendekatkan kompetensi dasar tentang koordinat dengan beberapa kompetensi dasar yang lain kemudian selanjutnya disepakati dengan merumuskan topik untuk beberapa kompetensi dasar, sehingga diharapkan ke depan pelaksanaan pembelajaran akan lebih efektif.Artinya, penyajian salah satu topik sudah akan mampu menaungi berapa kompetensi dasar yang relevan. Mengemas ranah pertanyaan tingkat tinggi untuk Matematika pada awalnya agak sukar namun dengan format baru bahwa mencari kordinat yang biasanya hanya di atas kertas namun kali ini menuntut aktif secara fisik. 

Merupakan hal baru juga bagi siswa bahwa 'menilai' pada umumnya merupakan bentuk aktifitas guru. Namun, pembelajaran aktif tentang mencari koordinat di lapangan hijau, siswa dapat mengamati gerak-gerik temannya untuk menilai apakah titik kordinat yang ditunjukkan temannya benar atau tidak.

Penampang koordinat yang terbuat dari tali rafia di lapangan hijau dianggap sebagai hasil karya siswa sekaligus media yang dibuat dan digunakan siswa secara berkelompok.

Demikianlah sebuah praktik pembelajaran mengembangkan  kompetensi dasar 'mencari/menentukan kordinat' dengan menggunakan tanah lapang sebagai media pembelajaran.

Ahmad Supeno S.Pd, Guru Matematika SMPN 8 Purworejo, Jawa Tengah
Posting Komentar
close