Bimbingan Karir Di Sekolah

Pengertian Bimbingan Karir

Menurut Sukardi & Kusmawati (2008:14) dalam bidang bimbingan karir, pelayanan bimbingan dan konseling di SMP, SMA/SMK membantu siswa merencanakan dan mengembangkan masa depan karir. Bidang ini dapat dirinci menjadi pokok – pokok sebagai berikut:

a. Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang hendak dikembangkan.
b. Pemantapan orientasi dan informasi karir pada umumnya, khususnya karir yang hendak dikembangkan.
c. Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
d. Orientasi dan informasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi, khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkan.

Bimbingan karir dimasukkan ke dalam kerangka umum pendidikan karir, dimana pendidikan karir akan berfungsi dalam perkembangan karir. Untuk itu menurut Winkel & Hastuti (2010:673) program bimbingan karir di sekolah harus memenuhi syarat – syarat sebagai berikut:

a. Terpusat pada siswa, yang mengandung tuntutan memberikan serangkaian pengalaman yang dibutuhkan oleh para siswa, yang mengandung tuntutan memberikan serangkaian pengalaman yang dibutuhkan oleh para siswa untuk meningkatkan perkembangan karir mereka.

b. Berorientasi pada lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya yang mengelilingi para siswa, dengan mengindahkan bahwa lingkungan itu akan mengalami berbagai perubahan yang mempunyai dampak terhadap perkembangan karir orang muda.

c. Terarah ke arah perkembangan seperangkat kemampuan peserta didik yang mereka butuhkan untuk dapat merencanakan masa depannya dan mengimplementasikan rencana itu dalam rentetan tindakan nyata.

Program bimbingan karir disusun berdasarkan struktur program bimbingan dan konseling serta perkembangan karir. Adapun materi bimbingan karir menurut Salahudin (2010:119) mencakup:

a. Informasi tentang dunia kerja, hubungan industrial, dan layanan perkembangan belajar.
b. Substansi informasi dunia kerja, meliputi antara lain lapangan kerja, jenis dan persyaratan jabatan, prospek dunia kerja, budaya kerja.
c. Substansi hubungan industrial, meliputi hubungan kerja, sarana hubungan industrial, dan masalah khusus ketenagakerjaan.
d. Substansi layanan perkembangan belajar, meliputi antara lain kesulitan belajar, minat, dan bakat, masalah sosial, dan masalah pribadi.

Menurut Salahudin (2010:116) secara umum, tujuan bimbingan dan konseling karir di sekolah adalah sebagai berikut:

a. Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat, dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.
b. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi kerja.
c. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita – cita karirnya di masa depan.
d. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri – ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja.
e. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran – peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
f. Mengenal keterampilan, minat dan bakat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh minat dan bakat yang dimiliki. Oleh karena itu, setiap orang harus memahami kemampuan dan minatnya, dalam bidang pekerjaan apa dia mampu, dan apakah dia berniat terhadap pekerjaan tersebut.
g. Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir.
h. Memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana hubungan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan, dan bermartabat.

Walaupun secara formal pendidikan karir belum dikenal dalam dunia pendidikan sekolah di Indonesia, namun masyarakat Indonesia mengenal apa yang disebut bimbingan karir, dimana bimbingan karir merupakan bagian dari pendidikan karir. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Winkel & Hastuti (2010:673) bahwa:

Menurut konsepsi pendidikan karir, bimbingan karir merupakan bagian integral dari keseluruhan program pendidikan karir. Seluruh kegiatan bimbingan karir melengkapi usaha – usaha pendidikan karir yang lain.... Dengan demikian bimbingan karir atau bimbingan jabatan merupakan salah satu wujud upaya pendidikan karir atau pendidikan jabatan, dan harus sama – sama berorientasi pada pendampingan proses perkembangan karir manusia muda.

Implikasi-implikasi bagi Bimbingan Karier di SLTA

Karena pelajar di sekolah menengah akan sampai pada tingkat kematangan karir yang berbeda melalui rute yang berbeda (lancar atau tidak lancar) aktivitas bimbingan karier harus memiliki tiga penekanan :mendorong perkembangan karier, menyediakan perlakuan,dan membantu penempatan (mengacu kepada perpindahan pelajar ketingkat pendidikan selanjutnya atau kekehidupan pekerjaan.

Kegiatan(aktivitas) bimbingan karier pada sekolah menengah harus bisa mengantar setiap pelajar untuk menangulangi tugas perkembangan menuju perkembangan karier, dan membimbing pelajar kepada kreasi dan prestasi dari seperangkat pilihan dan rencana yang akan di tetapkan.

Penekanan penekanan utama dalam aktivitas aktivitas bimbingan karier untuk berbagai individu haruslah didasarkan pada intensitas perencanaan, kesiapan berpartisipasi dalam kehidupan sebagai pribadi yang independent, dan keterarahan individu-individu kepada tujuan. Dalam hubungan dengan itu, the nasional conference on Guidance, Counseling, and placement in Career Development and Education Occupasional Decision-Making (Cysbers&Pritchard,1969:74) merekomendasikan tujuan-tujuan untuk aktivitas-aktivitas bimbingan karier di sekolah menengah sebagai berikut :

1. Siswa mengembangkan kesadaran akan perlunya implementasi yang lebih khusus dari tujuan-tujuan karier.
2. Siswa mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna mengimplementasikan tujuan-tujuan karier.
3. Siswa melaksanakan rencana-rencana untuk dapat memenuhi syarat-syarat memasuki pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran di tingkat sekolah lanjutan, dengan latihan dalam jabatan, atau dengan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan pasca sekolah lanjutan yang mengantar pada kualifikasi-kualifikasi untuk suatu okupasi khusus

Tujuan bimbingan karier di SLTA.

Herr (1976 : 1-2) mengemukakan tujuan tujuan bimbingan karier di SLTA yang meliputi membantu siswa siswa belajar untuk:
  1. menunjukkan hubungan antara hasil-hasil belajar, nilai-nilai aspirasi aspirasi pendidikan.dan kariernya 
  2. menganalisis kompetensi pribadi sekarang dalam keterampilan keterampilan yang diperlukan untuk pilihan-pilihan karier dan mengembangkan rencana-rencana untuk memperkuat keterampilan ini bila di perlukan 
  3. memegang tanggung jawab dalam perencanaan karier dan konsekuensi- konsekuensinya. 
  4. siap untuk memenuhi syarat bagi taraf memasuki pekerjaan-pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang sesuai, dengan pendidikan kooperatif, atau dengan latihan-latihan dalam jabatan. 
  5. siap untuk memenuhi syarat bagi pendidikan pasca sekolah lanjutan dengan mengambil mata pelajaran yang diperlukan oleh tipe program dan lembaga yang diinginkan (perguruan tinggi,perdagangan,perusahaan. 
  6. mengembangkan pengetahuan dan keterampilan keterampilan yang berhubungan dengan kehidupan sebagai konsumen. 
  7. mengembangkan keterampilan-keterampilan yang berhubungan dengan penggunaan efektif waktu luang. 
  8. secara sistematis menguji realitas pilihan-pilihan karier dengan menghubungkannya dengan hasil belajar dalam mata pelajaran.
Posting Komentar
close