Makalah Masyarakat Masa Depan


Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat. Manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dan manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu masyarakat.

    Pengertian masyarakat masa depan
Pendidikan adalah masa kini tetapi, pendidikan harus juga memperkirakan masa depan, berorientasi ke masa depan, karena didik masa kini adalah orang-orang pada masa depan. Bagaimana memperkirakan masa depan dengan mempertimbangkan kecenderungan globalisasi, perkembangan iptek, arus komunikasi yang semakin cepat dan padat, dan peningkatan pelayanan semakin professional. Selain itu dibicarakan tuntuan bagi manusia masa depan (manusia modern) dan bagaimana mengantisipasi masa depan terutama perubahan dalam nilai dan sikap. Melalui pendidikan diharapkan dapat di tumbuhkan kemampuan untuk menghadapi tuntutan masa kini dari dalam maupun tuntutan karena pengaruh dari luar masyarakat yang bersangkutan.

Estimasi Masyarakat Masa Depan
Dalam undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (sisdiknas) pasal 1 telah di tetapkan antara lain bahwa “pendidikan” adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengedalian diri, kepribadian, kecerdasan, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyrakat, bangsa, dan negara.
Perubahan yang cepat dalam kehidupan bermasyarakat mempunyai krakteristik umum yang dapat dijadikan petunjuk sebagai ciri masyarakat dimasa depan :
1.    Kecenderungan globalisasi yang makin kuat.
Istilah globalisasi (asal kata global yang bearti secara umumnya utuhnya, kebulatanya) bermakna bumi sebagai suatu satu keutuhan seakan-akan tanpa batas administrasi negara, dunia menjadi amat transparan, serta saling ketergantungan antar bangsa di dunia semakin besar, dengan kata lain menjadikan dunia sebagai satu ketuhan, satu kesatuan.
Menurut Emil Salim (1990) terdapat empat bidang kekuatan gelombang globalisasi yang paling kuat dan menonjol yaitu :
a.       Bidang-bidang IPTEK
b.      Bidang Ekonomi
c.       Bidang Lingkungan Hidup
d.      Bidang pendidikan
2.    Perkembangan IPTEK yang makin cepat.
Bangsa yang maju ditandai dengan penguasaan teknologi. Perlunya pendidikan dalam teknologi, yaitu untuk mempersiapkan individu yang memiliki skill sebagai faktor produksi suatu teknologi. Globalisasi perkembangan IPTEK dapat berdampak positif atau negative, tergantung kesiapan bangsa serta kondisi sosial budayanya untuk menerima limpahan informasi / teknologi itu. Dampak positifnya antara lain memudahkan untuk mengikuti perkembangan IPTEK yang terjadi di dunia, menguasai dan menerapkannya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Sedangkan segi negative akan timbul apabila kondisi sosial budaya belum siap menerima limpahan tersebut.
Percepatan perkembangan IPTEK tersebut terkait dengan:
a.         Landasan Ontologis
Yaitu obyek telaahan berupa pengalaman atau segenap wujud yang dijangkau lewat indra telah mengalami perkembangan yang pesat karena didapatkannya peranti yang membantu alat indra tersebut.
b.        Landasan Epistomologis
Yaitu cara yang dipakai untuk memperoleh pengetahuan yang disebut ilmu pengetahuan tersebut telah mengalami perkembangan yang pesat, jadi kebenaran suatu fakta harus ditentukan oleh pengamatan.
c.         Landasan Axiologis
Yaitu landasan yang mendasari untuk apa IPTEK itu dipergunakan, yang mempersoalkan tentang penggunaan IPTEK tersebut secara moral tertuju kemashlatan manusia. Ada 4 kegiatan pengembangan dan pemanfaatan IPTEK :
1)        Penelitian dasar.
2)        Penelitian terapan.
3)        Pengembangan teknologi.
4)        Penerapan teknologi.

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapakan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran , dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Rumusan ini secara tersurat berorientasi pada perubahan tingkah laku manusia. Ada empat jenis perkembangan masyarakat melalui gelombang ;
§  Gelombang industri.
Terjadinya suatu konfrontasi antara manusia dan dunianya.
§  Gelombang informasi.
Manusia dan dunia berhubungan secara fungsional.
§  Gelombang agraris.
Hubungan manusia dan dunia di gelombang pertama adalah manusia dan dunianya.
§  Gelombang IPTEK.
Mempunyai era yang semakin intensifnya pemanfaatan teknologi komputer, dan semakin canggihnya perangkat teknologi informasi.
3.    Perkembangan arus informasi yang semakin padat dan cepat.
Salah satu perkembangan IPTEK yang luar biasa adalah yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi utamanya satelit komunikasi, computer dan sebagainya. Ada dua prinsip pendidikan perlu diterima dalam kaitannya dengan perkembangan IPTEK, yaitu :
·      Bahwa pendidikan atau pembelajaran berlangsung sepanjang hayat dan tiada batas usia untuk belajar.
·      Bahwa terdapat empat sendi atau pilar pendidikan (belajar mengetahui, belajar barbuat, belajar menjadi seseorang, dan belajarhidup bersama dan hidup dengan orang lain.
a.    Pengertian dan Proses Komunikasi
Pada umumnya bentuk komunikasi langsung dikenal sebagai komunikasi antar pribadi, baik komunikasi antar dua orang maupun komunikasi dalam kelompok kecil dengan ciri bentuk komunikasi yang bercirikan monolog adalah komunikasi public, yang di bedakan atas komunikasi pembicaraan – pendengar seperti rapat umum dan komunikasi masa seperti surat kabar.
Proses komunikasi memiliki beberapa unsur :
1)   Sumber pesan
2)   Penyajian
3)   Transmisi peran
4)   Saluran
5)   Pembuka sandian
6)   Reaksi internal
7)   Gangguan / hambatan
b.    Dampak perkembangan komunikasi
Perkembangan komunikasi dengan arus informasi yang makin padat dan akan dipercepat di masa depan, mencangkup keseluruhan unsur-unsur dalam proses komunikasi tersebut. Hal itu mau tidak mau telah memaksa kita mempunyai konsep baru tentang berita, yakni bukan apa yang telah terjadi tetapi apa yang sedang terjadi.
4.    Peningkatan Layanan Profesional
Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional (sisdiknas) dalam penjelasan pasal 15 ditegaskan bahwa pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi sistem program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Profesi pada hakikatnya adalah suatu jabatan  pekerjaan yang menuntut keahlian dari para anggotanya.
Profesi bearti kedudukan pekerjaan yang juga bearti badan perkumpulan dari orang – orang yang menekuni suatu pekerjaan atau kedudukan tertentu. Profesional adalah kata sifat dari profesi bearti keahlian yang dimiliki oleh anggota suatu profesi, sedangkan profesionalisme mengacu kepada tingkah laku, keterampilan dari suatu profesi.
Guru sebagai profesi merupakan bagian dari tenaga kependidikan yang profesional. Dalam U.U No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional ditegaskan bahwa tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Pendidik adalah tenaga pendidikan yang berkualifikasi sebagai; guru, dosen, konselor, tutor, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Jadi profesi adalah suatu kedudukan dengan seperangkat norma yang berakar dari peranan yang khusus di dalam masyarakat.
Dari penjelasan diatas dapat dikemukakan bahwa pada dasarnya suatu profesi terdiri dari suatu kelompok orang yang terbatas dan secara  jelas ditandai dengan:
1)    Anggota – anggotanya yang dididik secara khusus untuk mengadakan fungsi tertentu secara lebih baik dari orang lainnya.
2)    Latihan profesional, biasanya memerlukan suatu masa yang disebut dengan “praktik profesi” sebelum orang berhak untuk masuk dalam suatu profesi;
3)   Anggota profesi mengadakan pekerjaannya sebagai pengabdian kepada masyarakat;
Pembangunan Nasional di bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia, serta menguasai iptek dan seni dalam meweujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.
Suatu kedudukan dapat disebut profesi jika memenuhi kriteria – kriteria sebagai berikut :
a.       Bersifat “full time”
b.  Mempunyai suatu motivasi yang kuat sebagai dasar pilihan seorang untuk menekuni profesi itu;
c.  Mempunyai sejumlah pengetahuan dan keterampilan khusus dan diperoleh dari pendidikan dan latihan yang relatif cukup lama;
d.      Mempunyai orientasi pelayanan, yaitu untuk kepentingan klien;
e.     Pelayanan terhadap klien didasarkan pada kebutuhan objek klien dan bukan kepentingan lainnya;
Bagi tenaga kependidikan, khususnya jabatan guru sebagai profesi memiliki ciri – ciri sebagai berikut:
1.      Lebih mengutamakan pelayanan kemanusiaan yang ideal dan layanan itu memperoleh pengakuan masyarakat yang dilakukan oleh pemangku profesi tersebut.
2.      Terdapat suatu mekanisme saringan berdasarkan kualifikasi tertentu.
3.    Terdapat suatu kode etik profesi yang mengatur keanggotaan, serta tingkah laku, sikap dan cara kerja dari anggotanya itu.
4.    Terdapat organisasi profesi yang akan berfungsi meningkatkan layanan profesi, dan melindungi kepentingan serta kesejahteraan anggotanya.
Poskan Komentar