Kimia di Alam

Proses pembentukan batu kapur di alam

Batu kapur atau gamping terdiri atas kalsium karbonat (CaCO3) yang bersumber dari sel-sel dan kerangka tulang spesies seperti kerang-kerangan yang telah mati. 
Air hujan akan menyebabkan timbulnya busa dan melarutkan sejumlah kecil CaCO3, dan selama ribuan tahun akan berubah menjadi sumber batu kapur yang banyak.
Perubahan kimia (reaksi kimia) telah menjadi bagian dari Alam Semesta, bahkan sebelum umat manusia mengalami evolusi di muka bumi ini. Sebenarnya, para ilmuwan meyakini bahwa awal mula kehidupan di Bumi ini, adalah sebagai akibat bahan-bahan kimia kompleks (hidrogen, amonia, metana dan uap air), yang berproduksi sendiri dengan bantuan kilat dan halilintar membentuk struktur dasar kehidupan (asam amino). Dengan mengikuti hukum-hukum Allah (sunatullah), selama jutaan tahun struktur dasar kehidupan itu berproses membentuk makhluk hidup yang ada dimuka bumi ini. Pengaturan alam semesta berdasarkan hukum-hukum Allah ini dijelaskan dalam
surat As-Sajdah berikut:
Dia (Allah) mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang lamanya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu‖ ( QS. As-Sajdah 32 : 5 )
Banyak spesies dari dunia binatang menggunakan zat kimia untuk mempertahankan diri, membunuh musuh, dan membangun strukturnya dengan kekuatan yang luar biasa. Bunglon, memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya untuk menyamarkan dirinya dari musuh. Senyawa yang paling berperan untuk penyamaran ini adalah melanin, yang juga dapat membantu kulit manusia berubah menjadi warna cokelat dibawah terik matahari.

Pada tumbuhan senyawa-senyawa kimia berperan memberikan warna, rasa dan aroma. Seperti
rasa panas yang kita alami saat makan cabai disebabkan oleh senyawa organik kapsaisin. Senyawa kimia ionon (sejenis senyawa organik) memberikan rasa dan aroma segar buah rasberi. Aroma jeruk dan lemon disebabkan oleh sejenis senyawa limonone, suatu minyak essen yang terdapat dalam kulit jeruk.

Materi yang seluruh bagiannya mempunyai sifat dan susunan yang sama, disebut juga sebagai Zat. Sebagian besar zat-zat kimia yang kita jumpai di Alam berada dalam bentuk senyawa, walaupun ada
juga yang berada dalam bentuk unsur atau campuran.

Unsur merupakan zat yang paling sederhana dari materi. Ia tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat yang lebih sederhana. Sampai saat ini unsur-unsur yang sudah diketahui sebanyak 116 unsur. Sebagian besar ditemukan di Alam walaupun ada juga yang berasal dari hasil sintesis di laboratorium. Contoh-contoh unsur, misalnya: hidrogen, oksigen dan karbon. 

Senyawa adalah zat-zat yang terbentuk dari unsur-unsur melalui suatu reaksi kimia. Sifat-sifat suatu senyawa sangat berbeda dengan sifat-sifat unsur pembentuknya. Seperti air (H2O) merupakan senyawa yang terbentuk dari unsur–unsur hidrogen dan oksigen. Akan tetapi sifat air tidaklah sama dengan sifat hidrogen dan oksigen. Air berwujud cair, sedangkan hidrogen dan oksigen berwujud gas pada suhu kamar. Gas hidrogen sangat mudah terbakar sedangkan air mustahil terbakar.

Campuran merupakan hasil penggabungan dari beberapa zat-zat tanpa terjadinya reaksi kimia. Oleh karena itu, suatu campuran dapat dipisahkan dengan cara filtrasi (penyaringan), kristalisasi (penghabluran), destilasi (penyulingan), ekstraksi (penyarian), adsorpsi (penyerapan) dan kromatografi (pemisahan zat-zat warna).
Posting Komentar
close