PENDAPATAN DAERAH DAN PEMBIAYAAN DAERAH


Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah merupakan suatu sistem yang menyeluruh dalam rangka pendanaan penyelenggaraan asas Desentralisasi, Dekonsentrasi, dan Tugas Pembantuan.

  • Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah kepada gubernur sebagai wakil Pemerintah.
  • Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada Daerah dan/atau desa atau sebutan lain dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya kepada yang menugaskan.
  • Penerimaan Daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah.
  • Pengeluaran Daerah adalah uang yang keluar dari kas daerah.
  • Pendapatan Daerah adalah hak Pemerintah Daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dalam periode tahun bersangkutan.
  • Belanja daerah adalah semua kewajiban Daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan.
  • Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.
  • Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, selanjutnya disebut APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan Negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
  • Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, selanjutnya disebut APBD adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
  • Pendapatan Asli Daerah, selanjutnya disebut PAD adalah pendapatan yang diperoleh Daerah yang dipungut berdasarkan Peraturan Daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  • Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi.
  • Dana Bagi Hasil adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi.
  • Dana Alokasi Umum, selanjutnya disebut DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar-Daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi.
  • Celah fiskal dihitung berdasarkan selisih antara kebutuhan fiskal Daerah dan kapasitas fiskal Daerah.
  • Dana Alokasi Khusus, selanjutnya disebut DAK, adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.
  • Pinjaman Daerah adalah semua transaksi yang mengakibatkan Daerah menerima sejumlah uang atau menerima manfaat yang bernilai uang dari pihak lain sehingga Daerah tersebut dibebani kewajiban untuk membayar kembali.
  • Obligasi Daerah adalah Pinjaman Daerah yang ditawarkan kepada publik melalui penawaran umum di pasar modal.
  • Dana Dekonsentrasi adalah dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh gubernur sebagai wakil Pemerintah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasi, tidak termasuk dana yang dialokasikan untuk instansi vertikal pusat di daerah.
  • Dana Tugas Pembantuan adalah dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh Daerah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan.
  • Hibah adalah Penerimaan Daerah yang berasal dari pemerintah negara asing, badan/lembaga asing, badan/lembaga internasional, Pemerintah, badan/lembaga dalam negeri atau perseorangan, baik dalam bentuk devisa, rupiah maupun barang dan/atau jasa, termasuk tenaga ahli dan pelatihan yang tidak perlu dibayar kembali.
  • Dana Darurat adalah dana yang berasal dari APBN yang dialokasikan kepada Daerah yang mengalami bencana nasional, peristiwa luar biasa, dan/atau krisis solvabilitas.
  • Penerimaan Daerah dalam pelaksanaan Desentralisasi terdiri atas Pendapatan Daerah dan Pembiayaan.
  • Pendapatan Daerah bersumber dari:
          a. Pendapatan Asli Daerah;
          b. Dana Perimbangan; dan
          c. Lain-lain Pendapatan.
  • Pembiayaan bersumber dari:
          a. sisa lebih perhitungan anggaran Daerah;
          b. penerimaan Pinjaman Daerah;
          c. Dana Cadangan Daerah; dan
          d. hasil penjualan kekayaan Daerah yang dipisahkan.
  • PAD bersumber dari:
          a. Pajak Daerah;
          b. Retribusi Daerah;
          c. hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisahkan; dan
          d. lain-lain PAD yang sah.
  • Dana Perimbangan terdiri atas:
          a. Dana Bagi Hasil;
          b. Dana Alokasi Umum; dan
          c. Dana Alokasi Khusus.
  • Lain-lain PAD yang sah meliputi:
          a. hasil penjualan kekayaan Daerah yang tidak dipisahkan;
          b. jasa giro;
          c. pendapatan bunga;
          d. keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing;
          e. komisi, potongan, ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan 
              barang dan/atau jasa oleh Daerah.

DANA PERIMBANGAN

• Dana Bagi Hasil bersumber dari Pajak dan Sumberdaya Alam
• Dana Bagi Hasil dari pajak terdiri atas:
   – Pajak Bumi dan Bangunan (PBB);
   – Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB); dan
   – Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri 
      dan PPh Pasal 21.
• Dana Bagi Hasil dari sumber daya alam berasal dari:
   – kehutanan;
   – pertambangan umum;
   – perikanan;
   – pertambangan minyak bumi;
   – pertambangan gas bumi; dan
   – pertambangan panas bumi.
Posting Komentar
close