Tata Cara Mandi Wajib / Janabat

“dan jika kamu junub maka mandilah” [QS. Al-Maaidah 5:6]
Pertama-tama, tetapkanlah niat dalam hati bahwa sobat ingin mandi janabat, sesuai dengan petunjuk
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam:
’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya…’ [HR. Bukhari & Muslim]
Dalam prakteknya, niat cukup ditetapkan dalam hati dan tak ada bacaan khusus yang perlu diucapkan. Begitu pun dengan ibadah lainnya. Jangan lupa untuk membaca doa sebelum memasuki kamar mandi. Ada beberapa doa yang diriwayatkan. Seperti:
Bismillaah. Allahumma innii a’uu dzubika minal khubutsi wal khobaa its.
“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.”
Faedah dari berdoa sebelum masuk kamar mandi ialah meneladani Rasulullah, membuahkan pahala,
dan menjaga diri dari setan, seperti yang disabdakan Rasulullah, dari Ali Bin Abi Thalib:
“Penutup yang menutupi pandangan jin dari aurat Bani Adam saat salah seorang dari kalian masuk WC ialah ucapannya, ‘bismillah’.” [HR. Tirmidzi (606), Ibnu Majah (297), dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Irwaa’ul Ghaliil (50)]
Jangan pula lupakan etika memasuki kamar mandi, yaitu dimulai dengan kaki kiri.

URUTAN MANDI JANABAT
Berikut ini urutan mandi janabat, atau mandi junub setelah kita tetapkan niat dalam hati:
  • cuci kedua tangan sampai pergelangan, tuangkan air dari tangan kanan ke tangan kiri,
  • cucilah faraj (kemaluan) dengan tangan kiri sampai bersih,
  • setelah itu berwudhu (seperti berwudhu akan sholat), namun tidak dilanjutkan mencuci kedua kaki, karena mencuci kedua kaki dilakukan saat bagian akhir mandi, kemudian basahi tangan, kemudian masukkan jari-jari tangan ke pangkal rambut serta membasahi rambut sampai merata,
  • setelah itu guyurkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali guyuran, kemudian ratakanlah air ke seluruh tubuh, mencuci kedua kaki tiga kali.
Tata cara mandi di atas berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha
dalam Bukhari dan Muslim. Adapun tata cara mandi janabat lain seperti yang diriwayatkan oleh Maimunah radhiyallahu ‘anha, hanya berbeda pada beberapa bagian, misalnya seperti mengguyur bagian
tubuh sebelah kanan terlebih dahulu tiga kali dan kemudian sebelah kiri tiga kali. Dan kita boleh memilih di antara yang dicontohkan. Setelah itu kita keluar dari kamar mandi, didahului kaki kanan, setelah itu membaca:
Ghufroo nak(a)
“Ampunan-Mu”
Artinya: Aku memohon ampunanmu.”
Doa ini terdapat dalam HR. Abu Dawud (30), Tirmidzi (7), Ibnu Majah (300), dan dishahihkan oleh
Syaikh Al-Albani.

NB: Boleh menggunakan sabun atau wewangian dan sejenisnya di tengah guyuran mandi janabat.
Posting Komentar
close