Benarkah Mimpi Bisa Membuat Anda Menjadi Berkepribadian Ganda ?


Percayakah anda, jika mimpi itu bisa membuat anda menjadi berkepribadian ganda. Misalnya anda merasa anda adalah Wanita atau pria dalam artian mempunyai kehidupan dengan berbeda kelamin dengan kehidupan nyata. Salah satu alasan seseorang pria menjadi waria, adalah karena mengalami mimpi berulang kali menjadi wanita. Nah mari kita telusuri apakah mimpi bisa merubah psikis sesorang terutama dalam hal ini sebagai contoh adalah kasus Waria.

Kebanyakan Orang mengatakan bahwa mimpi adalah bunga tidur. Mimpi sangat sulit untuk diterjemahkan, sudah berbagai penelitian mengungkap apa itu mimpi. Berikut ini beberapa penjelasan tentang mimpi dari beberapa ahli:
  • Mimpi memungkinkan bagian pikiran lain yang tertekan untuk dipuaskan lewat fantasi sementara tetap membiarkan pikiran sadar dari berpikir apa yang tiba-tiba menyebabkan seseorang tersadar dari shock (Veldfelt, 1999).
  • Jung berpendapat kalau mimpi dapat menyumbang pada sikap satu sisi dalam kesadaran terjaga (Jung, 1948).
  • Ferenczi (1913) berpendapat bahwa mimpi, saat diceritakan, dapat mengkomunikasikan sesuatu yang tidak dikatakan secara langsung.
  • Mimpi mengatur mood (Kramer, 1993).
  • Hartmann (1995) mengatakan mimpi dapat berfungsi seperti psikoterapi, dengan “membuat koneksi di tempat yang aman” dan memungkinkan pemimpi untuk mengintegrasikan pemikiran yang mungkin terdisosiasi saat ia sadar.
  • Penelitian yang lebih baru oleh psikolog Joe Griffin, mengikuti tinjauan data dua belas tahun dari semua laboratorium tidur utama, membawa pada perumusaan teori pemenuhan harapan mimpi, yang menyarankan kalau mimpi secara metafora melengkapi pola harapan emosional dalam sistem syaraf otonom dan menurunkan tingkat stress mamalia (Griffin, 1997; Griffin dan Tyrrel, 2004)
  • Pengalaman pribadi dari hari kemarin atau minggu lalu sering ditemukan dalam mimpi (Alain et al, 2003).
  • Emosi yang paling umum di alami dalam mimpi adalah rasa takut. Emosi lain antara lain rasa sakit, rasa kesepian, rasa senang, rasa gembira, dan sebagainya. Emosi negatif lebih sering dirasakan daripada positif (Hall dan Van de Castle, 1966).
  • Analisa data Hall menunjukkan kalau mimpi seksual terjadi tidak lebih dari 10% kejadian dan lebih sering terjadi pada remaja awal dan pertengahan (Hall dan Van de Castle, 1966). 
  • Studi lain menunjukkan kalau 8% mimpi pria dan wanita memiliki muatan seksual (Zadra, 2007). Dalam beberapa kasus, mimpi seksual dapat menghasilkan orgasme atau emisi nokturnal. Hal ini umumnya dikenal sebagai mimpi basah (Badan Pusat Statistik, 2004).
  • Sementara isi dari sebagian besar mimpi di impikan hanya sekali, banyak orang mengalami mimpi yang berulang – yaitu, narasi mimpi yang sama di alami dalam saat berbeda waktu tidur. Hingga 70% perempuan dan 65% laki-laki melaporkan mimpi mereka berulang.
Masih tidak ada kata sederhana yang mampu membuat manusia paham apa itu mimipi. Mimpi bisa terjadi akibat berbagai hal antara lain yaitu keinginan yang belum terpenuhi, khayalan atau fantasi berlebihan, bathin atau stress berat, Sedang sakit, Terlalu menikmati atau menghayati film (Cerita), Rasa cinta atau rasa benci yang mendalam, Rasa lapar dan dahaga, Keletihan, Trauma, Menyaksikan peristiwa yang langka atau bahkan disebabkan oleh Setan.

Nah, bagaimana hubungannya dengan Mimpi bisa menyebabkan orang berkepribadian ganda?

Berdasarkan cerita dari seorang waria, bahwa ia menjadi waria karena bermimpi menjadi seorang wanita berparas cantik berulang kali. Mimpinya itu bermacam macam peristiwa. Di dalam mimpi terkadang ia menjadi wanita remaja yang sedang jatuh cinta dan ia yang lelaki menjadi pacarnya. Terkadang ia juga bermimpi menjadi seorang istri dari seorang pria tampan. Ia juga mengatakan bahwa ia pernah bermimpi menjadi abg wanita yang direbutkan oleh beberapa pria. Bahkan ia mengakui kalau ia pernah menjadi seorang gadis korban pemerkosaan.

Waow, mimpi waria itu selalu berhubungan menjadi wanita. Saat ditanya tentang sebuah hobi, ia menjawab senang menonton film romantis. Ia juga pernah cerita kalau ia sewaktu kecil dalam permainan, ia di jadikan anak perempuan oleh teman sepergaulannya. Mimpi-mimpi yang ia dapat biasanya membuat ia merasa berbeda. Mimpi-mimpi tersebut membuat kesan indah yang mendalam baginya. Hingga terus terbayang-bayang hingga larut dalam khayalannya. Akhirnya ia terus ingin bermimpi ingin menjadi wanita.

Mimpinya itu ia hubungkan dengan kejadian-kejadian nyata yang dialaminya. Seperti dari tidak beruntungnya ia menjadi seorang pria karena selalu gagal dalam percintaan, fisiknya yang lemah gemulai, keadaan ekonomi dan perasaan yang lembut. Ia juga mengaku jika ia ingin seperti teman-teman perempuannya yang sering bercerita, jika menjadi perempuan itu enak.

Yap begitulah kira-kira yang diutarakannya ke penulis. Dari ceritanya itu, penulis mencoba menguraikan bahwa mimpinya menjadi seorang wanita menghantarkan ia memilki dua kepribadian yaitu Pria dan Wanita. Sangat jelas cerita diatas bahwa ia terus memikirkan mimpinya. Penyebab mimpinya itu terjadi penulis uraikan karena hobinya menonton film romantis, kesedihan akibat gagal dalam cinta, pernah berperan menjadi seorang wanita sewaktu kecil dan pastinya disebabkan oleh Setan yang ingin menjerumuskannya agar melawan kodratnya menjadi seorang pria. 

Peran setan lah yang menghubungkan mimpi dan kejadian nyata kemudaian membentuk opini di dalam pikiran waria tersebut. Sehingga ia merasa bahwa ia adalah wanita, hanya raganya seorang lelaki. Ia merasa terjebak didalam raga tersebut.

Kesimpulannya adalah meski belum dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kasus ini, kita harus waspada dengan mimpi yang kita alami. Usahakan setelah bermimpi kita membawanya ke arah fakta yang benar atau ke arah yang positif. Coba utarakan mimpi kita ke orang yang kita percaya, agar ada perbandingan dan masukan. Sebagai orang beragama, sebelum tidur pastinya menjaga kebersihan dan selalu berdoa agar terhindar dari tipu muslihat setan.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk membuktikan atau bahwa ini hal ini benar sebagai teori dan bukan juga untuk di jadikan literatur. Akan tetapi sebatas pada bahan kajian dasar atas suatu masalah dan tentunya untuk melatih nalar penulis. Terimakasih sudah membacanya.
Poskan Komentar