Tindakan Sosial Dalam Kehidupan Manusia

Setiap manusia pasti melakukan tindakan dalam berbagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tindakan yang dilakukan, tentunya memberi pengaruh pada kualitas seseorang. Dalam beberapa kejadian, tindakan yang dilakukan membuat manusia itu sendiri mendapat kesulitan atau sebaliknya. Dalam melakukan tindakan tentunya memiliki sebuah alasan untuk menempuh tindakan itu sendiri. Sebagai contoh seseorang yang gemar menolong orang lain, karena didasri oleh keinginan jika wafat, ia akan mendapatkan tempat yang baik sesuai kepercayaannya. Alasan dari melakukan sebuah tindakan oleh manusia itu sangat beragam tergantung oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. pada realitanya menurut Max Weber (Bacthiar, 2010: 257) menyatakan pemikiran manusia atau individu masing-masing memiliki bentuk dan metode yang berbeda-beda, sehingga memunculkan tindakan-tindakan yang berbeda dan saling mempengaruhi. Adakalanya sebuah tindakan seseorang berkaitan atau berhubungan dengan orang lain yang artinya adalah tindakan yang dilakukannya itu tergolong tindakan sosial. Oleh karena itu pada postingan kali ini kita akan membahas tentang “Tindakan Sosial” 

1. Pengertian Tindakan Sosial

Salah satu teori dalam sosiologi yang berpengaruh dalam menjelaskan tindakan sosial adalah “TEORI AKSI” (Action Theory). Teori ini memiliki anggapan dasar berkaitan dengan tindakan sosial yaitu “ tindakan manusia muncul dari kesadarannya sendiri sebagai subjek dari situasi eksternal dalam posisinya sebagai objek.” Pedukung teori ini adalah Max Weber dan Talcott Parsons. (Tim penyusun PR Sosiologi Kelas 2, 2003:3)

Banyak ahli sosiologi yang telah mencoba menjelaskan tentang tindakan sosial seperti Karl Marx, Emile Durkheim, Max Weber, George Herbert Mead, dan lain-lain. Karl Marx misalnya menjelaskan bahwa tindakan sosial sebagai aktivitas manusia yang berusaha menghasilkan barang, atau menciptakan hasil karya yang unik maupun untuk mengejar tujuan tertentu. Sedangkan Max Weber mengartikan tindakan sosial sebagai tindakan seseorang yang dapat mempengaruhi individu-individu lainnya dalam Masyarakat. . (Tim penyusun PR Sosiologi Kelas 2 SMU, 2003:1)

Penjelasan lain tentang tindakan sosial di kemukakan oleh Talcott Parsons, dimana tindakan sosial diistilahkan dengan socialaction behavior. Istilah behavior secara tidak langsung menyatakan kesesuain mekanik antara perilaku yang bersifat respons dengan ransangan dari luar (stimulus). Sedangkan action merupakan istilah yang menunjuk pada suatu aktivitas, kreativitas, dan proses penghayatan pada diri individu. Menurut parson, suatu teori yang menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan dan mengabaikan aspek subjektif tindakan manusia, maka teori tersebut termasuk ke dalam teori aksi. (Tim penyusun PR Sosiologi Kelas 2 SMU, 2003:2)

Menurut Ted Bento dan Ian Craib (2009: 121), tindakan sosial adalah suatu tindakan yang memiliki makna yaitu ketika individu yang berinteraksi dengan individu lain dan hasilnya individu tersebut dapat mempengaruhi perilaku individu lainnya.

Sedangkan Durkheim menyebutkan tindakan sosial adalah sebagai perilaku individu yang didorong atau dibimbing oleh norma-norma dan tipe keterkaitan di mana ia hidup. Sedangkan George Herbert Mead mengartikan tindakan menusia merupakan tindakan yang dilakukan dengan pertimbangan rasionalsebagai wujud dari kedirian sosial (social self). Menurutnya tindakan seseorang terhadap orang lain merupakan sesuatu yang disadari dan di pertimbangkan secara rasional sehingga menghasilkan hubungan sosial.

2. Ciri-ciri tindakan sosial

Ada 5 ciri pokok Tindakan sosial menurut Max Weber sebagai berikut:

1. Jika tindakan manusia itu menurut aktornya mengandung makna subjektif dan hal ini bisa meliputi berbagai tindakan nyata

2. Tindakan nyata itu bisa bersifat membatin sepenuhnya

3. Tindakan itu bisa berasal dari akibat pengaruh positif atas suatu situasi, tindakan yang sengaja diulang, atau tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam-diam dari pihak mana pun

4. Tindakan itu diarahkan kepada seseorang atau kepada beberapa individu

5. Tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain dan terarah kepada orang lain itu.

3. Jenis-Jenis Tindakan Sosial

Karl Mark (Tim penyusun PR Sosiologi Kelas 2 SMU, 2003:1) menggolongkan tiga jenis istilah yang berkaitan dengan tindakan sosial yaitu:

· Aktivitas (Activity) merupakan tindakan manusia yang berusaha mengejar tujuan tertentu.

· Kerja (Work) adalah tindakan manusia yang mengarah pada proses produksi.

· Kreativitas (Creativity) merupakan bentuk tindakan yang berkaitan dengan penciptaan hasil karya yang khas atau unik.

Menurut Max Weber, tindakan sosial dapat digolongkan menjadi empat kelompok (tipe), yaitu tindakan rasional instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai, tindakan tradisional, dan tindakan afeksi. (George Ritzer,1992).

a. Tindakan Rasional Instrumental. Tindakan ini dilakukan seseorang dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dengan tujuan yang akan dicapai.

b. Tindakan Rasional Berorientasi Nilai. Tindakan ini bersifat rasional dan memperhitungkan manfaatnya, tetapi tujuan yang hendak dicapai tidak terlalu dipentingkan oleh si pelaku. Pelaku hanya beranggapan bahwa yang paling penting tindakan itu termasuk dalam kriteria baik dan benar menurut ukuran dan penilaian masyarakat di sekitarnya. Misalnya menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.

c. Tindakan Tradisional Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak rasional. Seseorang melakukan tindakan hanya karena kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tanpa menyadari alasannya atau membuat perencanaan terlebih dahulu mengenai tujuan dan cara yang akan digunakan. Misalnya berbagai upacara adat yang terdapat di masyarakat.

d. Tindakan Afektif Tindakan ini sebagian besar dikuasai oleh perasaan atau emosi tanpa pertimbangan-pertimbangan akal budi. Seringkali tindakan ini dilakukan tanpa perencanaan matang dan tanpa kesadaran penuh. Jadi dapat dikatakan sebagai reaksi spontan atas suatu peristiwa. Contohnya tindakan meloncat-loncat karena kegirangan, menangis karena orang tuanya meninggal dunia, dan sebagainya.

Selain empat macam tindakan di atas, Weber juga membagi tindakan sosial beradasarkan sudut waktu sehingga ada tindakan yang diarahkan kepada waktu sekarang, waktu lalu, atau waktu yang akan datang. Sasaran suatu tindakan social bisa individu tetapi juga bisa kelompok atau sekumpulan orang. Campbell (1981).

Tindakan sosial manusia sebagai wujud dari tuntutan dari naluri bawaan, adakalanya menghasilakn proses sosial yang mengarah pada kerjasama tetapi dapat pula mengarah pada bentuk-bentuk kompetisi, pertentangan bahkan permusuhan. Sehingga tindakan sosial yang bersifat mengarah pada kebaikan adalah perwujudan dari homo ludens (mahkluk yang selalu ingin bercanda dengan sesamanya), dan tindakan sosial yang mengarah pada sesuatu yang negatif adalah perwujudan dari sifat homo homini lupus (manusia adalah serigala pemangsa sesamanya). Tindakan sosial mampu menjadi penggerak dalam perubahan sosial.

Sumber:

Bacthiar, Wardi (2010). Sosiologi Klasik Dari Comte hingga Parsons. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ritzer, G dan Goodman Douglas J. 2005. Teori Sosiologi Modern. Terjemahan Alimandan. Jakarta:

Prenada Media.

Ted Bento dan Ian Craib (2009). Filsafat Ilmu Sosial Pendasaran Filosofis Bagi Pemikiran Sosial. Yogyakarta: Ledalero.

Tim Penyusun (2003). PR Sosiologi Kelas 2 SMU. Klaten: PT. Intan Pariwara
close