Bukan Senpi Biasa

1. SS
Senjata SS-1 adalah senapan serbu Indonesia buatan PT Pindad. Dipakai sejak 1991. Senjata jenis automatic carbines (lebih pendek dengan tenaga lebih lemah dibanding jenis rifle) ini memenuhi standar NATO. Senjata ini relatif susah diperoleh di pasar. Kaliber peluru SS-1 adalah 5.56 x 45 mm (angka pertama menunjukkan diameter dari kepala peluru/proyektil dan angka kedua menunjukkan tinggi dari selongsong) yang juga dikenal dengan jenis 5.56 NATO. Di Amerika Serikat kaliber ini juga dikenal sebagai 223 Remington (angka ini menunjukkan diameter kepala peluru dalam inci).

Senjata SS-1 diproduksi oleh PT Pindad dengan lisensi dari FN Belgia. Senjata itu merupakan modifikasi dari senjata serbu FNC (Fabrique Nationale Carbine) buatan FN Belgia yang disesuaikan prajurit Indonesia. SS Pindad (SS1 dan SS2) adalah senapan serbu Indonesia yang tidak dapat diragukan lagi kemampuannya. Senjata api ini adalah asli buatan lokal Indonesia yang diproduksi oleh PT Pindad Persero. SS Pindad lebih kualitas dari pada M16 Amerika dan AK47 Rusia. Itu terbukti dengan telah banyak penghargaan yang diperolehnya dalam sejumlah lomba tingkat internasional. SS memiliki fleksibelitas teknologi seperti M16, sementara daya tahannya seperti AK47 yaitu pada sistem gas buang. Dengan sistem itu SS memiliki daya tahan disegala medan (medan berair atau berlumpur). Sedangkan M16 Amerika tidak memiliki sistem itu yang bisa macet dalam keadaan tertentu. Khusus untuk SS2 memiliki sejumlah varian, yakni SS2-V1, SS2-V2, SS2-V4HB, dan SS2-V5. Dengan senjata ini TNI sudah 5 kali menjuarai lomba tembak tingkat internasional.

2. AK-47
AK-47 (singkatan dari Avtomat Kalashnikova 1947) adalah senapan serbu yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov, sebagai senjata serbu otomatis dengan ciri-ciri popor senjata terbuat dari kayu dan diproduksi oleh pembuat senjata Rusia IZhMASh. Mikhail Kalashnikov meninggal di usia 94 tahun pada tanggal 24 Desember 2013. Senjata paling populer di dunia ini digunakan oleh banyak negara Blok Timur semasa Perang Dingin. Senjata jenis ini cocok untuk pasukan infanteri buru sergap. Kemudian senapan ini diadopsi dan dijadikan senapan standar Uni Soviet pada tahun 1947. Jika dibandingkan dengan senapan yang digunakan semasa Perang Dunia II, AK-47 mempunyai ukuran lebih kecil, dengan jangkauan yang lebih pendek, memakai peluru dengan kaliber 7,62 x 39 mm yang lebih kecil, dan memiliki pilihan tembakan (selective-fire). AK-47 termasuk salah satu senapan serbu pertama dan hingga kini merupakan senapan serbu yang paling banyak diproduksi.

Senapan AK-47 (Avtomat Kalashnikov 1947) telah disukai oleh para gerilyawan, teroris, dan tentara di banyak negara. Diperkirakan seratus juta senjata ciptaannya telah tersebar di seluruh dunia. Senjata ini sempat jadi senapan serbu tentara Indonesia. Hubungan mesra antara Indonesia dan Uni Soviet membuat ribuan pucuk senjata AK-47 mengalir ke Indonesia tahun 1960an. Saat itu hanya pasukan elite yang dapat jatah AK-47. Komando Pasukan Khusus yang dulu bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), salah satunya. Namanya senjata dari Blok Timur sana, tentu semua petunjuk di badan senjata tertulis dalam bahasa Rusia. AK-47 punya dua mode tembakan, otomatis untuk memberondong peluru dan mode tembakan semi otomatis. Pada senapan AK-47 jika posisi kunci diturunkan satu 'click' ke bawah, terdapat tulisan OB untuk tembakan otomatis. Jika diturunkan satu 'click' lagi ke bawah ada tulisan OA untuk tembakan semi otomatis.

3. MP5
Heckler Koch (HK) Maschinenpistole (MP) dibuat sesuai dengan nama perancang pertamanya di tahun 1960 di Jerman. Selanjutnya dikenal dengan nama senapan mesin. Saat itu senjata tersebut dipakai oleh Jerman di perang dunia kedua. MP5 diperkenalkan oleh Heckler & Koch pada tahun 1966, dengan nama HK54. Nama ini berdasarkan cara penamaan lama HK: "5" untuk pistol mitraliur, dan "4" berarti berkaliber 9 x 19 mm. Nama barunya mulai dipakai ketika senapan ini resmi diadopsi oleh Jerman Barat untuk dipakai polisi dan penjaga perbatasan, yaitu Maschinenpistole 5 atau MP5. GSG-9, unit anti-teroris penjaga perbatasan, lalu memperkenalkan MP5 ini ke satuan anti-teroris Barat lainnya. 
Pada perkembangannya, HK MP5 dirancang dengan banyak varian oleh Tilo Moller, Manfred Guhring, Georg Siedl, dan Helmut Bauruter. Mereka memang sengaja membuat senjata HK MP5 guna mempersenjatai pasukan khusus atau pasukan elite di Jerman pada tahun 1966. Dalam perkembangannya Kopassus juga memiliki senjata jenis ini. Senjata tersebut memiliki akurasi dan keandalan yang tinggi serta diproduksi dengan banyak varian, sehingga menjadi pilihan utama bagi kebutuhan militer dan para penegak hukum di lebih dari 50 negara di dunia. Selain itu sangat mudah untuk dioperasikan dan mudah perawatannya. Varian MP5 terbaru adalah MP5F ("F" untuk French, "Perancis"), yang dikembangkan pada tahun 1999 untuk militer Perancis. MP5F memiliki komponen internal yang baru untuk menerima peluru 9 mm yang lebih kuat. Perubahan eksternal pada MP5F adalah popor baru dengan karet penahan, lubang untuk tali selempang di bagian kanan popor, dan dua cantelan untuk tali selempang di bagian depan.
close