Thaharah

Menurut bahasa thaharah berarti bersih dari kotoran. Dan menurut istilah terdapat perbedaan pendapat ulama, Abdurrahman al-Jaziri penyusun kitab al-Fiqh ala Mazahib al-Arba’ah berpendapat thaharah adalah suatu sifat maknawi yang ditentukan oleh Allah SWT sebagai syarat syahnya shalat (Dahlan V, 1997:1747). Dasar hukumnya antara lain firman Allah SWT dalam Q.S 2:222 yang terjemahannya sebagai berikut.

“…Sesungguhnya Allah menyenangi orang-orang yang bertaubat, dan menyenangi orang-orang yang suci (bersih).” (Depag. R.I, 1984:54).

            Dalil lainnya terdapat antara lain dalam Q.S 2:125, dan Q.S 74:1-5.
            Thaharah dalam ajaran Islam merupakan bagian dari pelaksanaan ibadah kep[a]da Allah. Setiap muslim diwajibkan  shalat lima waktu sehari semalam dan sebelum melaksanakannya disyaratkan bersuci terlebih dahulu. Hal ini membuktikan bahwa ajaran Islam sangat memperhatikan dan mendorong umat Islam untuk membiasakan diri hidup bersih, indah, dan sehat. Karena itu kehidupan umat Islam adalah kehidupan yang suci dan bersih.
            Di samping sebagai suatu kewajiban, thaharah juga melambangkan tuntutan Islam untuk memelihara kesucian diri dari segala kotoran dan dosa. Allah yang Maha Suci hanya dapat didekati oleh orang-orang yang suci, suci fisik dari kotoran dan suci jiwa dari dosa. Jadi thaharah berarti membersihkan diri lahir dan batin, jasmani dan rohani dari hadas, najis, dan penyakit rohani seperti syirik, ria, sombong dan sifat-sifat tercela lainnya.

            Adapun alat untuk bersuci adalah air untuk wudhu dan mandi dan tanah ataupun debu untuk tayamum. Bersuci dari hadas dengan jalan wudhu dan mandi, dalam keadaan tertentu dapat diganti dengan tayamum. Bersuci dari najis berlaku pada badan, pakaian dan tempat dengan cara menghilangkan warna, bau, bentuk dan rasa najis tersebut. Bersuci dari penyakit rohani dengan cara memohon ampun kepada Allah SWT, dan meluruskan niat kembali untuk menghilangkan penyakit rohani itu.
Poskan Komentar